Jumat, 23 September 2011

MENINGKATKAN OUTPUT PERUSAHAAN MELALUI MBO

Judul : MENINGKATKAN OUTPUT PERUSAHAAN MELALUI MBO
Pengarang : Metik Bekti
Tahun :2011
Tema : Manajemen Bisnis

Latar Belakang Masalah :
Keberhasilan suatu perusahaan dapat dilihat dari seberapa besar perusahaan tersebut dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan tersebut dapat diwujudkan jika semua pihak mau berpartisipasi. Bukan seberapa kesibukan mereka terhadap tanggung jawabnya, tapi pada hasil yang mereka buat yang menjadi sesuatu yang penting.
MBO (Management By Objectivies) suatu program untuk meningkatkan motivasi dan pengendalian karyawan. MBO suatu falsafah manajemen yang didasarkan pada sasaran perusahaan se cara keseluruhan. Selain itu MBO juga meningkatkan komunikasi antara bawahan dan atasan.

Masalah :
Bagaimana MBO mempengaruhi kinerja karyawan (peningkatan)?

Tujuan :
Tujuan dari penelitian ini adalah :
Dengan MBO diharapkan tujuan-tujuan perusahaan dapat tercapai dengan tepat.

STRATEGI BISNIS PERUSAHAAN YANG DlKAGUMI DUNIA

Judul : STRATEGI BISNIS PERUSAHAAN YANG DlKAGUMI DUNIA
Pengarang : M. Suyanto
Tahun : 2007
Tema : Manajemen Bisnis

Latar Belakang Masalah :
Strategi adalah ilmu perencanaan dan penentuan arah operasi-operasi militer berskala besar. Strategi bisnis berfokus pada peningkatan posisi bersaing produk dan jasa perusahaan dalam industri atau segmen pasar tertentu yang dilayani perusahaan. Inti dari strategi adalah bagaimana bertahan hidup dalam dunia kompetiti. Untuk bersaing masa yang akan datang yang dibutuhkan empat hal. Pertama, harus memahami bahwa bagaimana bersaing pada masa yang akan datang adalah berbeda dengan bersaing di masa sekarang. Kedua, melakukan langkah untuk enemukan dan meningkatkan pengetahuan yang mendalam ten tang peluang-peluang yang akan datang. Ketiga, melakukan mobilisasi sumberdaya perusahaan untuk menuju perjalanan pada masa yang akan datang. Keempat, mengambil masa yang akan datang yang pertama, tanpa mengambil mengambil risiko yang berlebihan.

Masalah :
“bagaimana perusahaan dan unit-unitnya bersaing dalam bisnis dan
industri”

Tujuan :
tujuan penelitian ini adalah:
“Mengetahui bagaimana poerusahaan dapat bertahan hidup dalam dnia kompetitif dan mempunyai presepsi yang baik di masyarakat”

REORENTASI BUMN MENUJU PERUSAHAAN KELAS DUNIA

Judul : REORENTASI BUMN MENUJU PERUSAHAAN KELAS DUNIA
Pengarang : Sartono
Tahun : 2006
Tema : Manajemen Bisnis

Latar Belakang Masalah :
Dalam era perdagangan bebas masalah daya saing merupakan isu kunci dan sekaligus sebagai tantangan yang tidak ringan. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai suatu badan usaha yang bergerak hampir di seluruh aspek ekonomi juga tak terkecuali menghadapi tantangan ketatnya persaingan global. perkembangan teknologi yang cepat dan kondisi dinamis lainnya yang pada akhirnya menuntut BUMN untuk menjadi Badan Usaha berkarakteristik
perusahaan kelas dunia. Untuk menerapkan kebijakan-kebijakan yang telah digariskan dalam Master Plan BUMN tersebut harus didukung oleh suatu sistim Manajemen yang handal. Manajemen Badan Usaha harus melakukan perubahan (transformasi) dari paradigma manajemen tradisional menuju paradigma Total Quality Management (TQM) atau Manajemen Mutu Terpadu (MMT). Manfaat bagi badan usaha dengan diterapkannya MMT adalah perbaikan pelayanan, pengurangan biaya dan kepuasan pelanggan. Perbaikan progresif dalam sistem manajemen dan kualitas pelayanan menghasilkan peningkatan kepuasan pelanggan. Sebagai tambahan, manfaat lain yang bisa dilihat adalah peningkatan keahlian, semangat dan rasa percaya diri karyaw an, peningkatan akuntabilitas dan
transparansi serta peningkatan produktifitas dan efisiensi pelayanan pelanggan. Namun demikian, di sisi lain banyak para pelaku bisnis masih mengahadapi kesulitan dalam memahami kekuatan dan manfaat MMT
dalam memenuhi kualitas dan kinerja usaha yang direncanakan.

Masalah :
Rumusan permasalahan penelitian ini adalah :
“Elemen-elemen MMT mana sajakah yang dipersepsikan penting dalam Pengembangan Konsep MMT bagi BUMN ?”

Tujuan :
Tujuan penelitian ini
“mengembangkan Konsep MMT bagi BUMN ?”

REORENTASI BUMN MENUJU PERUSAHAAN KELAS DUNIA

Judul : REORENTASI BUMN MENUJU PERUSAHAAN KELAS DUNIA
Pengarang : Sartono
Tahun : 2006
Tema : Manajemen Bisnis

Latar Belakang Masalah :
Dalam era perdagangan bebas masalah daya saing merupakan isu kunci dan sekaligus sebagai tantangan yang tidak ringan. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai suatu badan usaha yang bergerak hampir di seluruh aspek ekonomi juga tak terkecuali menghadapi tantangan ketatnya persaingan global. perkembangan teknologi yang cepat dan kondisi dinamis lainnya yang pada akhirnya menuntut BUMN untuk menjadi Badan Usaha berkarakteristik
perusahaan kelas dunia. Untuk menerapkan kebijakan-kebijakan yang telah digariskan dalam Master Plan BUMN tersebut harus didukung oleh suatu sistim Manajemen yang handal. Manajemen Badan Usaha harus melakukan perubahan (transformasi) dari paradigma manajemen tradisional menuju paradigma Total Quality Management (TQM) atau Manajemen Mutu Terpadu (MMT). Manfaat bagi badan usaha dengan diterapkannya MMT adalah perbaikan pelayanan, pengurangan biaya dan kepuasan pelanggan. Perbaikan progresif dalam sistem manajemen dan kualitas pelayanan menghasilkan peningkatan kepuasan pelanggan. Sebagai tambahan, manfaat lain yang bisa dilihat adalah peningkatan keahlian, semangat dan rasa percaya diri karyaw an, peningkatan akuntabilitas dan
transparansi serta peningkatan produktifitas dan efisiensi pelayanan pelanggan. Namun demikian, di sisi lain banyak para pelaku bisnis masih mengahadapi kesulitan dalam memahami kekuatan dan manfaat MMT
dalam memenuhi kualitas dan kinerja usaha yang direncanakan.

Masalah :
Rumusan permasalahan penelitian ini adalah :
“Elemen-elemen MMT mana sajakah yang dipersepsikan penting dalam Pengembangan Konsep MMT bagi BUMN ?”

Tujuan :
Tujuan penelitian ini
“mengembangkan Konsep MMT bagi BUMN ?”

ANALISIS PENGARUH CASH POSITION, DEBT TO EQUITY RATIO, DAN RETURN ON ASSETS TERHADAP DIVIDEND PAYOUT RATIO

Judul : ANALISIS PENGARUH CASH POSITION, DEBT TO EQUITY RATIO, DAN RETURN ON ASSETS TERHADAP DIVIDEND PAYOUT RATIO

Pengarang : Lisa Marlina dan Clara Danica

Tahun : 2010

Tema : Manajemen Bisnis


Latar Belakang Masalah :

Perkembangan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan banyak cara, salah satunya dengan mengetahui tingkat perkembangan dunia pasar modal dan industri-industri sekuritas pada negara tersebut. Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang dalam bentuk ekuitas dan hutang yang jatuh tempo lebih dari satu tahun. Dalam aktivitas dipasar modal, para investor memiliki harapan dari investasi yang dilakukannya, yaitu yang berupa capital gain dan dividen. Kebijakan pembayaran dividen mempunyai pengaruh bagi pemegang saham dan perusahaan yang membayar dividen. Para pemegang saham umumnya menginginkan pembagian dividen yang relatif stabil, karena hal tersebut akan mengurangi ketidakpastian akan hasil yang diharapkan dari investasi yang mereka lakukan dan juga dapat meningkatkan kepercayaan pemegang saham terhadap perusahaan sehingga nilai saham juga dapat meningkat. Kebijakan dividen perusahaan tergambar pada dividend payout rationya (persentase laba). Pertimbangan mengenai dividend payout ratio ini diduga sangat berkaitan dengan kinerja keuangan perusahaan. Posisi kas atau likuiditas dari suatu
perusahaan merupakan faktor penting yang harus dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan untuk menetapkan besarnya dividen yang akan dibayarkan kepada para pemegang saham. Dividen merupakan cash outflow, maka makin kuatnya posisi kas atau likuiditas perusahaan berarti makin besar kemampuannya membayar dividen.
Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio hutang terhadap modal. Rasio ini mengukur seberapa jauh perusahaan dibiayai oleh hutang, dimana semakin tinggi nilai rasio ini menggambarkan gejala yang kurang baik bagi perusahaan. Peningkatan hutang pada gilirannya akan mempengaruhi besar kecilnya laba bersih yang tersedia bagi para pemegang saham termasuk dividen yang diterima karena kewajiban untuk membayar hutang lebih diutamakan daripada pembagian dividen.


Masalah :
Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan diatas,
“Apakah Debt to Equity Ratio (DER) mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap Dividend Payout Ratio (DPR) pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indoesia(BEI) ?”

Tujuan :
Tujuan penelitian ini adalah:
”Mengetahui pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) secara signifikan terhadap Dividend Payout Ratio pada sektor manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI)”.